Step-by-step asal angka 9,3%

Dokumen ini menjelaskan kenapa estimasi potensial loss order dari masalah poin 1-4 berada di sekitar 9,3% (untuk dipakai di bagian Estimasi Nilai Kerugian).

Konteks alur booking saat ini (manual & bercabang)

Alur manual saat ini membuat admin harus berpindah antara chat, kalender, jadwal groomer, dan kalkulasi kapasitas sebelum booking benar-benar tercatat.

  1. Customer chat admin.
  2. Admin identifikasi skenario inquiry (umum/tanggal tertentu/slot terdekat/multi-anabul/dll.).
  3. Admin mengumpulkan data wajib: jumlah anabul, layanan, treatment, cabang, preferensi tanggal/jam.
  4. Admin melihat Google Calendar cabang terkait.
  5. Admin cek jadwal groomer aktif + status izin/sakit.
  6. Admin menghitung durasi total dan kapasitas paralel cabang.
  7. Admin memberi informasi slot kosong ke customer.
  8. Customer memilih slot.
  9. Admin konfirmasi slot.
  10. Cabang proses: Basic langsung dibuatkan event, Styling lanjut ke pembayaran DP.
  11. Khusus Styling: customer transfer DP Rp100.000 dan admin verifikasi.
  12. Admin membuat event di Google Calendar.

Dua titik kritis dalam konteks human error adalah step 7 (keputusan slot ke customer sebagai output integrasi banyak input manual) dan step 12 (pencatatan event akhir di kalender). Pada jalur Styling, ada jeda tambahan saat menunggu verifikasi DP yang menambah risiko miskomunikasi dan potensi slot leak.

Lokasi human error: step 7 vs step 12

Aspek Step 7 - Info slot ke customer Step 12 - Input event ke kalender
Kompleksitas kerja Output keputusan dari integrasi data multi-sumber (detail kebutuhan, kalender cabang, jadwal groomer, durasi layanan+treatment, kapasitas paralel). Lebih sederhana karena berupa input akhir ke form event.
Status pencatatan error Silent error - salah slot bisa terjadi tanpa jejak eksplisit di data durasi. Recorded error - salah durasi/start time tercermin di data event.
Dampak ke order Customer bisa mendapat opsi slot yang tidak valid lalu batal/menunda. Jadwal tercatat tidak akurat, memicu revisi dan potensi ketidakpuasan.

Angka 6,8% (293/4.321 booking Basic+Styling) dari analisis pelanggaran durasi terutama menangkap error yang tercatat di step 12. Error pada step 7 cenderung tidak tercatat sebagai pelanggaran durasi, sehingga 6,8% diperlakukan sebagai baseline konservatif.

1) Input data yang dipakai

2) Asumsi model (wajib disebutkan)

Komponen Asumsi dampak ke loss order Step terkait Alasan ringkas
Poin 1 - Tidak ada respons 2,0% Sebelum step 1 Inquiry di luar jam kerja sebagian tidak lanjut karena menunggu tanpa kepastian.
Poin 2 - Respons lambat 3,0% Step 1-2 Semakin lama jeda balas, semakin tinggi peluang calon customer batal/menunda.
Poin 3 - Salah input event 2,0% Step 12 Diambil sebagai bagian dari human error 6,8% yang benar-benar berdampak ke hilangnya order.
Poin 4 - Salah slot kosong 2,5% Step 7 Step 7 adalah output integrasi banyak input manual; kesalahan di tahap ini membuat mismatch slot lebih sering terjadi.

Catatan: dampak poin 3+4 = 4,5% masih konsisten dengan temuan human error 6,8%, karena tidak semua error otomatis jadi order hilang.

3) Metode hitung yang dipakai

Karena 4 risiko bisa terjadi bersamaan, kita pakai metode probabilitas gabungan (bukan dijumlah mentah) agar tidak double count.

P(total_loss) = 1 - (1-p1) x (1-p2) x (1-p3) x (1-p4)

dengan:

p1 = 0,020 p2 = 0,030 p3 = 0,020 p4 = 0,025

4) Kalkulasi angka sampai keluar 9,3%

P = 1 - (1-0,020)(1-0,030)(1-0,020)(1-0,025)
P = 1 - (0,980 x 0,970 x 0,980 x 0,975)
P = 1 - 0,9073533
P = 0,0926467 = 9,26467%

Dibulatkan menjadi: 9,3% potensial loss order (baseline indikator risiko operasional).

5) Cara pakai untuk "Estimasi nilai kerugian"

Jika total booking periode = B dan average order value = AOV, maka:

Potensial lost order (unit) = B x 9,3%
Estimasi nilai dampak baseline = (B x 9,3%) x AOV
Skenario konservatif/moderat/agresif = nilai baseline x 0,8 / 1,0 / 1,2

Disarankan menampilkan angka ini sebagai rentang estimasi (konservatif-moderat-agresif), berbasis data aktual pelanggaran durasi dan asumsi operasional yang dinyatakan eksplisit.

6) Daftar asumsi (versi siap copy ke proposal)

Jika nanti tersedia data response time, funnel chat-to-DP, dan realisasi pasca implementasi 1-2 bulan, angka 9,3% serta bobot skenario bisa dikalibrasi ulang agar lebih presisi.